Perencanaan dan Menejemen Risiko
Materi 3 dari 3
Gaya Trading: Position Trading, Swing Trading, Day Trading, dan Scalping
Banyak trader pemula merasa bingung karena mencoba berbagai strategi tanpa memahami gaya trading yang digunakan. Akibatnya, trading menjadi tidak konsisten dan sulit dievaluasi. Padahal, gaya trading berfungsi sebagai kerangka utama yang menentukan cara menganalisis pasar, seberapa sering membuka posisi, dan kapan waktu terbaik untuk trading.
Dengan memahami gaya trading, trader dapat menyesuaikan aktivitas trading dengan waktu luang, tujuan, dan karakter pribadi.
Apa Itu Gaya Trading?
Gaya trading adalah pendekatan yang menentukan berapa lama posisi ditahan, time frame analisis, serta intensitas aktivitas trading. Setiap gaya memiliki kebutuhan waktu, tingkat fokus, dan tekanan psikologis yang berbeda.
Tidak ada gaya trading yang paling benar. Yang terpenting adalah gaya yang bisa dijalankan secara konsisten.
Jenis Gaya Trading dan Contoh Waktu Terbaiknya
1. Position Trading
Position trading adalah gaya trading jangka panjang, di mana posisi ditahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Trader berfokus pada tren besar dan pergerakan harga jangka panjang.
Ciri utama:
Time frame analisis: Daily hingga Weekly
Frekuensi transaksi: Rendah
Fokus: Tren jangka panjang
Contoh waktu terbaik melakukan position trading:
Position trading tidak bergantung pada jam tertentu. Trader cukup melakukan analisis saat akhir hari (setelah candle daily close) atau akhir pekan, kemudian membiarkan posisi berjalan tanpa perlu memantau chart terus-menerus.
Gaya ini cocok untuk trader yang bekerja full-time atau tidak bisa aktif di jam pasar.
2. Swing Trading
Swing trading bertujuan menangkap pergerakan harga dalam jangka menengah, biasanya beberapa hari hingga beberapa minggu.
Ciri utama:
Time frame analisis: H4 hingga Daily
Frekuensi transaksi: Sedang
Fokus: Pergerakan “gelombang” harga
Contoh waktu terbaik melakukan swing trading:
Swing trader biasanya melakukan analisis:
Saat market London atau New York baru dibuka
Atau saat pergantian candle H4 / Daily
Entry tidak harus tepat di jam tertentu, tetapi dilakukan saat struktur harga dan momentum mulai terbentuk.
3. Day Trading
Day trading adalah gaya trading jangka pendek di mana semua posisi ditutup dalam hari yang sama. Trader tidak menahan posisi semalaman.
Ciri utama:
Time frame analisis: M15 hingga H1
Frekuensi transaksi: Tinggi
Fokus: Volatilitas intraday
Contoh waktu terbaik melakukan day trading:
Sesi London (14.00–17.00 WIB)
Sesi New York (19.00–22.00 WIB)
Terutama saat overlap London–New York
Pada jam ini, volume dan volatilitas pasar cenderung tinggi sehingga peluang trading lebih banyak.
4. Scalping
Scalping adalah gaya trading sangat cepat dengan target profit kecil dan frekuensi transaksi tinggi.
Ciri utama:
Time frame: M1 hingga M5
Frekuensi transaksi: Sangat tinggi
Fokus: Pergerakan kecil dengan eksekusi cepat
Contoh waktu terbaik melakukan scalping:
Scalping paling efektif saat:
Awal sesi London
Awal sesi New York
Saat rilis berita berdampak menengah (dengan risiko tinggi)
Scalping membutuhkan fokus penuh, eksekusi cepat, dan kondisi broker yang mendukung.
Memilih Gaya Trading yang Paling Realistis
Pemula sering tergoda mencoba scalping karena terlihat cepat menghasilkan profit. Padahal, gaya trading terbaik adalah yang paling sesuai dengan waktu, mental, dan pengalaman.
Pertimbangkan hal berikut:
Berapa waktu luang yang dimiliki setiap hari
Seberapa nyaman menghadapi fluktuasi harga
Seberapa stabil emosi saat mengalami kerugian
Lebih baik konsisten di satu gaya daripada mencoba semuanya tanpa arah.
Gaya Trading Harus Didukung Manajemen Risiko
Apa pun gaya trading yang dipilih, manajemen risiko tetap menjadi fondasi utama. Stop-loss, pengaturan ukuran posisi, dan disiplin menjalankan rencana wajib diterapkan pada semua gaya trading, baik jangka panjang maupun jangka pendek.
Tanpa manajemen risiko, gaya trading apa pun berisiko berakhir pada kerugian besar.
Kesimpulan
Setiap gaya trading memiliki karakter dan tuntutan yang berbeda. Tidak ada gaya yang paling benar, melainkan gaya yang paling sesuai dengan waktu, tujuan, dan kemampuan trader. Dengan memahami perbedaan gaya trading dan waktu terbaik menjalankannya, trader dapat membangun pendekatan yang lebih terarah dan realistis.
Namun, konsistensi dalam menjalankan gaya trading sangat bergantung pada kemampuan mengelola emosi. Oleh karena itu, pada bab selanjutnya Psikologi Trading, Anda akan mempelajari bagaimana mengendalikan emosi dan menjaga disiplin agar keputusan trading tetap rasional dan berkelanjutan.
Materi Selanjutnya
